Pemerintah Daerah (Pemda) Garut berencana merevitalisasi Pasar Induk Guntur Ciawitali. Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat dan menggairahkan perekonomian daerah. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya pasar sebagai penggerak ekonomi, khususnya melalui belanja rumah tangga. Langkah awal revitalisasi akan fokus pada penataan pedagang kaki lima (PKL).
Pemda Garut telah menetapkan rencana revitalisasi Pasar Induk Guntur Ciawitali sebagai agenda prioritas. Proses revitalisasi akan dilakukan bertahap, dimulai dengan penertiban PKL di sekitar pasar. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib dan menarik bagi pembeli.
Penertiban PKL dan Sosialisasi Revitalisasi
Penertiban PKL menjadi langkah awal revitalisasi Pasar Induk Guntur Ciawitali. Bupati Garut menginstruksikan penertiban PKL di sepanjang Jalan Merdeka dan Guntur Melati agar tidak mengganggu akses jalan dan aktivitas usaha pedagang di dalam pasar. Keberadaan PKL selama ini dikeluhkan karena dinilai mengurangi daya tarik pasar dan merugikan pedagang yang menempati kios di dalam pasar.
Sosialisasi rencana revitalisasi kepada seluruh pemilik kios dan PKL akan dilakukan pada tanggal 15 Mei 2025. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan memastikan pemahaman seluruh pihak terkait rencana revitalisasi. Pemda Garut telah menyiapkan surat edaran yang akan dibagikan dalam acara sosialisasi tersebut.
Tahapan Penertiban PKL
Penertiban PKL akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penertiban mandiri selama tiga hari. Setelah masa penertiban mandiri, akan diberikan peringatan tegas kepada PKL yang masih membandel. Pemerintah daerah berupaya untuk memastikan proses penertiban berjalan lancar dan tertib.
Pembatasan jam operasional juga akan diterapkan bagi PKL di Jalan Merdeka dan Guntur Melati. PKL diharuskan menghentikan operasinya sebelum pukul 05.30 WIB. Hal ini mempertimbangkan aktivitas perkantoran, sekolah, dan lalu lintas di jalur tersebut.
Revitalisasi Infrastruktur Pasar
Tahap awal revitalisasi Pasar Induk Guntur Ciawitali difokuskan pada perbaikan infrastruktur. Pemda Garut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,68 miliar untuk perbaikan infrastruktur pasar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jalan, jalan penghubung antar blok, dan drainase.
Perbaikan drainase akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 900 juta. Sementara itu, perbaikan jalan dan jalan penghubung antar blok akan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 780 juta. Semua pekerjaan revitalisasi ini direncanakan akan selesai dalam satu tahun anggaran.
Pembangunan dan Pembongkaran Kios
Pembangunan dan pembongkaran kios semi permanen juga termasuk dalam rencana revitalisasi. Pemda Garut akan melakukan pemetaan dan penataan kios di dalam pasar untuk menciptakan tata letak yang lebih terorganisir. Sekitar 9 kios semi permanen di atas trotoar akan dibongkar karena dinilai mengganggu akses jalan.
Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan pembeli di Pasar Induk Guntur Ciawitali. Pemda Garut berkomitmen untuk menyelesaikan proyek revitalisasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Dukungan dari Pihak Terkait
Ketua Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Guntur Ciawitali, Suhartono, memberikan dukungan penuh terhadap rencana revitalisasi. Ia menyampaikan terima kasih atas rencana penataan pasar yang akan dilakukan Pemda Garut. Dukungan dari para pedagang menjadi modal penting dalam keberhasilan revitalisasi ini.
Revitalisasi Pasar Induk Guntur Ciawitali diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Garut. Dengan pasar yang lebih tertata dan modern, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi pembeli dan meningkatkan pendapatan para pedagang. Pemda Garut terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan, termasuk revitalisasi pasar ini.






