Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta mengungkap kasus penyelundupan vape liquid mengandung etomidate, obat bius keras. Sebanyak 881 vape disita, dengan nilai total miliaran rupiah. Artis Jonathan Frizzy turut terseret dalam kasus ini.
Penyelidikan mengungkapkan harga vape liquid tersebut mencapai Rp 3-4 juta per pcs. Polisi berhasil menyelamatkan ribuan masyarakat dari potensi bahaya obat tersebut.
Pengungkapan Kasus Vape Etomidate
Polisi menyita 881 unit vape yang mengandung etomidate, sebuah obat bius berbahaya. Penyitaan ini berasal dari empat kasus berbeda, termasuk yang melibatkan Jonathan Frizzy.
Dari jumlah tersebut, 100 unit disita dari jaringan yang melibatkan Jonathan Frizzy. Sisa 771 unit berasal dari tiga kasus lainnya yang sedang diselidiki.
Dengan harga pasaran Rp 3-4 juta per unit, total nilai vape yang disita mencapai miliaran rupiah. Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta memperkirakan kasus ini berpotensi menyelamatkan sekitar 3.600 orang dari bahaya etomidate.
Peran Jonathan Frizzy dalam Kasus Penyelundupan
Jonathan Frizzy, atau yang akrab disapa Ijonk, memiliki peran aktif dalam penyelundupan etomidate. Ia terlibat dalam pembelian dan pengaturan pengiriman vape liquid tersebut.
Ijonk menghubungi seseorang, yang disebut ESD, untuk membeli vape liquid yang berisi etomidate. Ia kemudian mempersiapkan kurir untuk menjemput barang haram tersebut dari Malaysia.
Kurir tersebut, disebut BTR, membawa 100 pcs vape etomidate dari Malaysia. 40 di antaranya merupakan milik Jonathan Frizzy.
Lebih lanjut, Ijonk diduga mengatur pengiriman melalui grup WhatsApp bernama ‘Berangkat’. Grup ini digunakan untuk memonitor dan mengontrol pengiriman etomidate.
Proses Penyelidikan dan Dampak Kasus
Penyelidikan kasus ini masih berlanjut. Polisi terus menelusuri jaringan penyelundupan etomidate yang lebih luas.
Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah peredaran etomidate di Indonesia. Bahaya etomidate bagi kesehatan masyarakat sangat besar, sehingga perlu penanganan serius.
Keberhasilan mengungkap kasus ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Kerjasama antar lembaga dan masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran narkoba.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Langkah pencegahan dan penindakan tegas sangat krusial untuk melindungi masyarakat.
Selain itu, kasus ini menyoroti bahaya penyalahgunaan teknologi seperti vape untuk mengedarkan obat-obatan terlarang. Perlunya edukasi dan pengawasan lebih intensif terhadap perkembangan teknologi ini.
Secara keseluruhan, pengungkapan kasus vape etomidate yang melibatkan Jonathan Frizzy merupakan langkah signifikan dalam upaya memberantas peredaran obat-obatan terlarang di Indonesia. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.






