Bayangkan mengendalikan puluhan ribu pesawat di langit Amerika Serikat menggunakan sistem operasi Windows 95, disket floppy, dan catatan kertas. Sulit dipercaya, bukan? Namun, itulah realita operasional harian Federal Aviation Administration (FAA) selama bertahun-tahun.
Sistem usang ini masih menjadi tulang punggung layanan kontrol lalu lintas udara di sejumlah bandara besar. FAA bahkan masih menggunakan *flight progress strips*, lembaran kertas kecil berisi informasi penerbangan yang ditulis dan dipindahkan secara manual. Keunikan sistem ini terletak pada ketahanannya terhadap gangguan global. Karena terisolasi dari jaringan internet dan *cloud*, sistem ini kebal terhadap serangan siber modern dan pemadaman massal IT.
Era Baru Pengendalian Lalu Lintas Udara AS
FAA akhirnya menyadari keterbatasan sistem warisan ini. Komponen perangkat keras semakin langka, dan semakin sedikit teknisi yang memahami sistem tersebut. Risiko kegagalan sistem, kebocoran data, dan ketidakmampuan menghadapi lalu lintas udara masa depan semakin nyata.
Oleh karena itu, FAA meluncurkan proyek ambisius untuk memodernisasi sistem kontrol lalu lintas udara. Proses ini melibatkan penggantian total sistem usang dengan teknologi modern, lebih aman, efisien, dan tahan terhadap serangan siber.
Proyek Modernisasi: Tantangan dan Harapan
FAA telah membuka Request For Information (RFI) dan mengundang vendor teknologi untuk menawarkan solusi pengganti. Proyek ini, yang dijuluki “Industry Days”, menargetkan penggantian seluruh sistem tanpa mengganggu operasional harian.
Direktur FAA, Chris Rocheleau, menegaskan rencana untuk menghilangkan sepenuhnya penggunaan disket dan lembaran kertas. Sistem pengganti harus mampu beroperasi 24/7, memenuhi standar keselamatan internasional, dan menangani kompleksitas lalu lintas udara AS. Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, menyebut proyek ini sebagai proyek infrastruktur terpenting dalam beberapa dekade.
Persyaratan Sistem Baru
Sistem pengganti harus memenuhi beberapa persyaratan penting. Sistem harus memiliki reliabilitas tinggi dengan operasional tanpa henti selama 24 jam tujuh hari seminggu. Selain itu, sistem baru harus memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan internasional yang ketat. Yang tak kalah penting, sistem tersebut harus mampu menangani kompleksitas dan volume lalu lintas udara AS yang sangat tinggi.
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan Masa Depan
Proses transisi ditargetkan selesai dalam empat tahun. Namun, para ahli menyoroti kompleksitasnya. Mengganti sistem yang sudah digunakan selama lebih dari tiga dekade bukan sekadar masalah teknologi, tetapi juga melibatkan kebijakan, pelatihan, dan sertifikasi keamanan yang ketat.
Meskipun demikian, modernisasi ini sangat mendesak. Integrasi kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan sistem prediktif diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan. Sistem ini akan memungkinkan pemantauan dan pengelolaan pergerakan pesawat secara lebih cerdas dan cepat.
Modernisasi sistem kontrol lalu lintas udara FAA bukan hanya sekadar penggantian teknologi. Ini adalah langkah penting menuju era baru dalam pengelolaan penerbangan, yang lebih aman, efisien, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Keberhasilan proyek ini akan memastikan langit Amerika tetap aman dan efisien bagi jutaan penumpang setiap tahunnya. Era disket dan Windows 95 akan segera menjadi kenangan masa lalu.






