Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan kebutuhan hewan kurban di Indonesia pada Idul Adha tahun ini mencapai lebih dari dua juta ekor. Angka ini berdasarkan proyeksi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yang menyebutkan ketersediaan hewan kurban mencapai 3.217.397 ekor. Artinya, Indonesia memiliki surplus sekitar 1,14 juta ekor hewan kurban.
Kementan memastikan bahwa surplus ini menjamin ketersediaan hewan kurban yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Selain kuantitas, Kementan juga menekankan aspek kualitas. Hewan kurban yang beredar dipastikan aman, sehat, dan memenuhi syarat syariah, sesuai prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Pengawasan Hewan Kurban
Untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban, Kementan mengerahkan lebih dari 9.743 petugas di seluruh Indonesia. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) hingga pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan hewan.
Petugas juga menilai tempat pemotongan hewan kurban untuk memastikan kebersihan dan sanitasi yang memadai. Tim pengawas melibatkan berbagai unsur, termasuk Ditjen PKH, dinas provinsi/kabupaten/kota, Fakultas Kedokteran Hewan dari berbagai universitas, serta organisasi profesi terkait.
Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS)
Di tengah euforia Idul Adha, Kementan tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara ketat bertujuan mencegah penyebaran penyakit ini.
Petugas akan melakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang cepat dan tepat jika ditemukan kasus PHMS. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan hewan kurban.
Distribusi Hewan Kurban
Proses penyembelihan hewan kurban di berbagai daerah berlangsung meriah. Beberapa komunitas memilih menyembelih hewan kurban sehari sebelum Idul Adha, sementara yang lain memilih pada hari Idul Adha itu sendiri agar tidak bersamaan dengan sholat Jumat.
Penyembelihan juga dapat dilakukan pada hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah) sesuai aturan agama. Sebagai contoh, di Mall Hewan Kurban H. Doni di Depok, Jawa Barat, terdapat hewan kurban dari umat Islam di Jerman dan Amerika Serikat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kurban di Indonesia.
Daging kurban dari luar negeri ini didistribusikan hingga ke Lombok, NTB. Hal ini menunjukkan semangat berbagi dan persaudaraan antar umat Islam global. Total ada sekitar 200 ekor sapi yang dikumpulkan oleh Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasabil), termasuk sumbangan dari Jerman dan AS.
Daging kurban yang telah disembelih kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar Depok, Bogor, dan sekitarnya. Distribusi ini dilakukan secara terorganisir dan terencana agar daging kurban sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, terutama mereka yang jarang mengkonsumsi daging.
Informasi Tambahan tentang Hewan Kurban
Indonesia kaya akan beragam jenis hewan ternak yang dapat dijadikan hewan kurban, seperti sapi, kambing, dan domba. Setiap jenis hewan memiliki kriteria dan persyaratan tersendiri untuk memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Pemilihan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat merupakan hal yang penting. Masyarakat perlu memperhatikan ciri-ciri fisik hewan kurban yang sehat, seperti kondisi fisik yang prima, tidak cacat, dan bebas dari penyakit. Informasi detail tentang kriteria hewan kurban dapat diakses melalui berbagai sumber terpercaya, seperti situs web Kementan.
Selain itu, terdapat berbagai program dan inisiatif yang membantu masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian hewan kurban, baik dari pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat. Program-program ini bertujuan untuk memastikan pemerataan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya surplus hewan kurban dan pengawasan yang ketat, diharapkan perayaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sesama terus terjaga dan menjadi nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.





