Bayi mamalia seperti kucing dan anjing seringkali dianggap menggemaskan. Mengapa mereka lebih menarik dibandingkan bayi hewan lainnya?
Ternyata, daya tarik bayi mamalia ini merupakan bagian dari proses evolusi. Penampilan imut memiliki tujuan khusus untuk spesies yang anaknya membutuhkan perawatan intensif setelah lahir.
Evolusi Kecantikan Bayi Mamalia
Proporsi tubuh bayi mamalia—kepala besar, mata besar, dan mulut kecil—dipercaya memicu naluri pengasuhan. Ini merupakan adaptasi penting untuk kelangsungan hidup spesies.
Bayi mamalia yang tak berdaya membutuhkan perlindungan ekstra. Kasih sayang dan naluri melindungi mereka secara evolusioner sangatlah masuk akal.
Anak hewan lain yang juga membutuhkan perawatan orang tua cenderung memiliki proporsi wajah dan tubuh yang serupa. Karakteristik ini meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan cukup makanan dan sumber daya lain hingga dewasa.
Mengapa Bayi Hewan Lain Kurang Menggemaskan?
Rasa gemas yang kita rasakan terhadap bayi manusia juga terbawa kepada bayi hewan lain yang membutuhkan perawatan dan memiliki proporsi tubuh yang mirip. Ini adalah hipotesis yang menarik.
Karakteristik menggemaskan lebih banyak muncul pada mamalia, khususnya anjing dan kucing peliharaan. Namun, daya tarik ini juga bisa muncul pada bayi kadal, katak, dan burung.
Ahli zoologi Austria, Konrad Lorenz, menciptakan istilah “Kindchenschema” atau “skema bayi” untuk menggambarkan fenomena ini. Istilah ini merujuk pada ciri-ciri fisik yang memicu respons pengasuhan.
Pada hewan yang tidak bergantung pada perawatan orang tua setelah lahir atau menetas, daya tarik visual kurang menjadi prioritas evolusi. Proporsi tubuh anak-anak hewan ini hampir identik dengan bentuk dewasa mereka.
Inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa rasa sayang manusia terhadap serangga muda, ular, dan beberapa jenis burung tidak sebesar terhadap bayi mamalia. Evolusi telah membentuk karakteristik fisik yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing spesies.
Kindchenschema dan Naluri Pengasuhan
Kindchenschema menjelaskan mengapa kita menganggap beberapa bayi hewan lebih menggemaskan daripada yang lain. Fitur-fitur seperti kepala besar dan mata besar memicu respons pengasuhan pada manusia.
Ini adalah mekanisme evolusioner yang memastikan kelangsungan hidup bayi, baik manusia maupun hewan. Naluri ini secara alami mendorong kita untuk merawat dan melindungi makhluk-makhluk kecil yang tampak rentan.
Meskipun tidak semua bayi hewan tampak menggemaskan bagi manusia, fenomena Kindchenschema memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara manusia dan hewan, dan bagaimana evolusi telah membentuk respons emosional kita.
Pada akhirnya, daya tarik bayi mamalia merupakan hasil dari proses evolusi yang kompleks. Penampilan menggemaskan mereka meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup dengan memicu naluri pengasuhan pada orang tua dan bahkan manusia.
Pemahaman tentang Kindchenschema memberikan perspektif baru mengenai hubungan manusia dengan dunia hewan dan bagaimana persepsi kita terhadap kelucuan terhubung dengan proses evolusi yang kompleks dan menarik.






