Bayangan pasir hisap yang mematikan seringkali muncul di film-film. Namun, apakah kenyataan seseram imajinasi tersebut?
Pasir hisap, sebenarnya, adalah campuran dua fase materi—padat dan cair—yang menciptakan permukaan tampak padat namun mudah runtuh akibat beban atau getaran. Campuran ini bisa berupa pasir dan air, lanau dan air, tanah liat dan air, atau bahkan pasir dan udara.
Komponen padat mendominasi massa, tetapi ruang antar partikel jauh lebih besar dibanding pasir kering. Karakteristik ini berbahaya bagi yang tidak berhati-hati, namun juga menjelaskan mengapa istana pasir dapat mempertahankan bentuknya.
Di Mana Pasir Hisap Ditemukan?
Pasir hisap sering ditemukan di dekat pantai, rawa-rawa, atau tepi sungai. Pembentukannya terjadi ketika pasir jenuh air teraduk, atau ketika tanah terpapar aliran air ke atas.
Pasir hisap kering juga dapat ditemukan di gurun. Para ilmuwan berpendapat, pasir hisap jenis ini terbentuk dari pasir halus yang membentuk lapisan di atas pasir yang lebih kasar.
Gempa bumi juga dapat memicu terbentuknya pasir hisap. Getaran dan aliran padat yang dihasilkan mampu menyeret orang, kendaraan, bahkan bangunan.
Bagaimana Jika Terjebak Pasir Hisap?
Jika terjebak, usahakan bersandar ke belakang agar berat tubuh terdistribusi lebih luas. Jangan berjuang keras untuk menarik kaki secara tiba-tiba.
Gerakan lambat maju-mundur justru dapat membantu. Ini karena gerakan tersebut memungkinkan air masuk ke rongga di sekitar anggota tubuh, melonggarkan cengkeraman pasir hisap. Namun, proses keluarnya akan memakan waktu cukup lama.
Para fisikawan menghitung, gaya yang diperlukan untuk melepaskan kaki dari pasir hisap dengan kecepatan satu sentimeter per detik hampir sama dengan mengangkat mobil berukuran sedang.
Ancaman sesungguhnya bukan tenggelam sepenuhnya, melainkan hal-hal lain. Seseorang yang terjebak dapat tenggelam akibat air pasang, kehabisan napas, dehidrasi, hipotermia, serangan predator, atau tertimpa benda lain.
Mitos dan Fakta Tenggelam di Pasir Hisap
Berbeda dengan penggambaran di film, seseorang biasanya hanya akan tenggelam hingga pinggang di pasir hisap. Tenggelam sepenuhnya hanya mungkin terjadi jika jatuh dengan kepala atau wajah terlebih dahulu.
Meskipun tidak mungkin tenggelam seluruhnya, bahaya pasir hisap tetap nyata. Kematian akibat pasir hisap lebih sering disebabkan oleh faktor-faktor sekunder seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemahaman tentang kondisi lingkungan menjadi sangat penting untuk mencegah kecelakaan yang melibatkan pasir hisap. Hindari area yang berpotensi mengandung pasir hisap, terutama saat terjadi perubahan kondisi cuaca atau gempa bumi.
Dengan memahami sifat dan bahaya pasir hisap, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan saat berada di lingkungan yang rawan pasir hisap.






