Hoaks mengenai Nadiem Makarim yang membagi uang pengadaan laptop senilai Rp 11 triliun dengan mantan Presiden Jokowi beredar luas di media sosial. Postingan yang berisi tangkapan layar artikel palsu ini muncul setidaknya sejak awal Juni 2025, salah satunya diunggah di Facebook.
Artikel palsu tersebut menampilkan judul yang menyesatkan, “Nadim Makarim Tegaskan pengadaan laptop sebesar 11 Triliun Bagi Dua sama Pak Jokowi Gibran saksinya di Solo”. Postingan tersebut juga menyertakan narasi yang menuduh Nadiem Makarim dan dua orang yang disebut “Moelyono & Fufufufu” menggelapkan dana tersebut.
Munculnya Informasi Palsu di Media Sosial
Postingan yang beredar di media sosial menggunakan gambar dan waktu publikasi yang sama dengan sebuah artikel asli dari Tempo.co. Artikel asli tersebut dipublikasikan pada 28 Mei 2025 pukul 21.36 WIB.
Namun, judul dan isi artikel telah diubah secara signifikan untuk menciptakan narasi yang keliru. Informasi yang diutarakan dalam postingan hoaks sama sekali tidak sesuai dengan isi artikel Tempo.co.
Klarifikasi Fakta Sesungguhnya
Liputan6.com melakukan penelusuran fakta dan menemukan bahwa artikel asli Tempo.co berjudul “Ini Peran 2 Stafsus Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook”.
Artikel Tempo.co membahas peran dua staf khusus mantan Menteri Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada periode 2019-2022. Tidak ada satupun yang menyebutkan tentang pembagian uang Rp 11 triliun kepada mantan Presiden Jokowi.
Kejaksaan Agung saat ini tengah menyelidiki kasus korupsi pengadaan alat TIK berupa laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2023. Namun, informasi tentang keterlibatan Nadiem Makarim dalam membagi uang kepada mantan Presiden Jokowi tidak ditemukan dalam investigasi tersebut.
Kesimpulan dan Imbauan Kewaspadaan
Informasi mengenai Nadiem Makarim yang berbagi uang pengadaan laptop Rp 11 triliun dengan mantan Presiden Jokowi adalah hoaks. Judul dan isi artikel asli telah dimanipulasi untuk menciptakan narasi yang menyesatkan.
Kasus ini menunjukkan pentingnya mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Selalu verifikasi informasi dari sumber terpercaya dan hindari menyebarkan berita yang belum tentu benar. Berhati-hatilah terhadap informasi yang berpotensi menyesatkan dan merugikan.
Penting bagi masyarakat untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial dan mengedepankan verifikasi fakta sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Melawan penyebaran hoaks adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik.
Liputan6.com berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada pembaca. Kami mengajak masyarakat untuk turut serta dalam memerangi penyebaran hoaks dan menjaga integritas informasi.






