WhatsApp, aplikasi pesan instan terpopuler, seringkali menjadi media penyebaran hoaks. Nama WhatsApp bahkan kerap disalahgunakan untuk meyakinkan penerima pesan palsu. Artikel ini akan membahas beberapa hoaks yang memanfaatkan nama WhatsApp.
Hoaks yang beredar di WhatsApp sangat beragam, mulai dari penipuan berkedok hadiah hingga ancaman keamanan siber. Kepopuleran aplikasi ini memudahkan penyebaran informasi menyesatkan, sehingga penting untuk selalu waspada dan memverifikasi informasi sebelum mempercayainya. Banyaknya pengguna WhatsApp membuat hoaks mudah menyebar luas dan berdampak besar.
Hoaks Kuota Internet Gratis 50 GB dari WhatsApp
Sebuah pesan berantai yang menjanjikan kuota internet gratis 50 GB dengan alasan perayaan ulang tahun WhatsApp pernah beredar luas. Pesan tersebut beredar di berbagai media sosial dan aplikasi percakapan.
Pesan tersebut berisi tautan mencurigakan yang mengarahkan pengguna ke situs web palsu. Tujuannya adalah untuk mencuri data pribadi pengguna atau menginstal malware di perangkat mereka.
Faktanya, WhatsApp tidak pernah memberikan kuota internet gratis kepada penggunanya. Selalu waspadai pesan yang menjanjikan hadiah atau keuntungan yang tidak masuk akal.
Hoaks Cara Meretas Akun WhatsApp
Video yang diklaim menunjukkan cara meretas akun WhatsApp juga pernah beredar di media sosial, khususnya TikTok. Video tersebut berisi langkah-langkah yang terlihat meyakinkan, namun menyesatkan.
Video tersebut mengarahkan pengguna ke menu pengaturan dan meminta mereka untuk memasukkan nomor telepon target ke kolom ‘hubungi kami’. Klaim ini sepenuhnya salah dan tidak akan berhasil meretas akun WhatsApp.
Metode peretasan yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan tidak dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana seperti yang ditunjukkan dalam video tersebut. Jangan pernah percaya metode peretasan yang diklaim mudah dan cepat.
Hoaks Tiga Titik Bergaris di Grup WhatsApp Menandakan Hacker
Informasi menyesatkan lainnya mengklaim bahwa tiga titik bergaris di bagian atas grup WhatsApp menandakan adanya hacker yang dapat menguras saldo M-banking. Informasi ini juga tersebar melalui pesan berantai di WhatsApp.
Klaim ini tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti yang valid. Tiga titik bergaris tersebut merupakan fitur standar WhatsApp dan tidak terkait dengan aktivitas peretasan.
Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Selalu periksa kebenaran informasi dari sumber terpercaya sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Keamanan akun dan data pribadi tetap menjadi tanggung jawab pengguna.
Liputan6.com melalui kanal Cek Fakta terus aktif melawan penyebaran hoaks. Tim Cek Fakta Liputan6.com tergabung dalam jaringan verifikasi fakta internasional dan bermitra dengan Facebook. Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat.
Jika menemukan informasi yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau verifikasi kebenarannya melalui sumber terpercaya. Kehati-hatian dan literasi digital yang baik sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan melindungi diri dari penipuan online.
Kejadian-kejadian ini menunjukkan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan dalam menghadapi informasi yang beredar di dunia maya. Selalu verifikasi informasi dari sumber tepercaya sebelum mempercayainya dan jangan mudah terpengaruh oleh pesan yang menjanjikan hal-hal yang tidak masuk akal.






