Sebuah video yang beredar di media sosial pekan lalu menampilkan pengusaha Jusuf Hamka. Video tersebut menuai kontroversi karena diduga mempromosikan situs judi online. Postingan video ini, yang diunggah di Facebook pada 6 Juni 2025, telah dilihat lebih dari 1,1 juta kali dan mendapatkan ribuan likes serta komentar. Liputan6.com melakukan penelusuran fakta untuk mengklarifikasi kebenaran klaim tersebut.
Video berdurasi satu menit tersebut menampilkan Jusuf Hamka yang tampak sedang berbicara tentang sebuah situs judi online. Narasi yang menyertai postingan tersebut singkat, hanya berbunyi “jelas yo >>> Siap saudaraku”. Namun, apakah video ini benar-benar menampilkan promosi judi oleh Jusuf Hamka? Investigasi mendalam diperlukan untuk memastikannya.
Penelusuran Fakta: Video Palsu
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan video yang serupa dengan yang beredar. Video asli diunggah oleh akun Kompas TV di YouTube pada 13 Juli 2024.
Judul video Kompas TV adalah “Jusuf Hamka Blak-blakan Awal Mula Disiapkan Golkar Maju Bareng Kaesang di Pilgub Jakarta 2024”. Konten video ini sama sekali tidak terkait dengan promosi judi online.
Video yang beredar di media sosial ternyata berbeda. Jusuf Hamka dalam video asli membahas mengenai isu dirinya yang diusung Partai Golkar untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024 bersama Kaesang Pangarep.
Lebih lanjut, penelusuran menggunakan situs deteksi AI, Hive Moderation, menunjukkan hasil yang mengejutkan. Video Jusuf Hamka yang mempromosikan judi online diduga merupakan hasil modifikasi AI. Dengan kata lain, video tersebut adalah hasil rekayasa atau deepfake.
Analisis Teknik Deepfake
Teknologi deepfake memungkinkan manipulasi video dengan tingkat akurasi yang tinggi. Wajah dan suara seseorang dapat digantikan dengan mudah, sehingga menciptakan konten palsu yang meyakinkan.
Dalam kasus ini, video asli Jusuf Hamka dimanipulasi menggunakan AI untuk seolah-olah ia sedang mempromosikan situs judi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Kemampuan AI untuk menghasilkan video deepfake yang sangat realistis membuat sulit membedakan antara video asli dan palsu. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa sumber video dan mencari konfirmasi dari sumber terpercaya.
Kesimpulan: Kesimpulan dan Imbauan
Kesimpulannya, video yang menampilkan Jusuf Hamka mempromosikan situs judi online adalah hoaks. Video tersebut merupakan hasil modifikasi AI atau deepfake yang memanfaatkan video asli dari wawancara Jusuf Hamka di Kompas TV. Penyebaran informasi palsu semacam ini sangat berbahaya dan dapat berdampak negatif bagi individu yang difitnah.
Liputan6.com mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Sebelum membagikan informasi, pastikan kebenarannya terlebih dahulu melalui sumber-sumber terpercaya dan lakukan pengecekan silang. Berhati-hatilah terhadap informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas dan berpotensi menyesatkan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kemampuan untuk mengidentifikasi informasi palsu. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kritis dalam mengonsumsi informasi online, kita dapat bersama-sama mencegah penyebaran hoaks dan menjaga kualitas informasi di ruang digital.






