Dzulhijjah, bulan yang dimuliakan Allah SWT sebagai salah satu bulan haram (asyhurul hurum), mengajak umat Muslim meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Puasa merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan, terutama pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Namun, ada beberapa hari yang dilarang untuk berpuasa di bulan ini. Memahami ketentuan ini penting bagi setiap Muslim.
Hari Tasyrik: Tiga Hari Setelah Idul Adha
Hari Tasyrik jatuh pada tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Periode ini juga bertepatan dengan penyembelihan hewan kurban yang dapat dilakukan hingga hari terakhir Tasyrik.
Tradisi membagikan dan mengolah daging kurban menjadi berbagai hidangan lezat menjadi ciri khas hari-hari ini.
Hal inilah yang mendasari larangan berpuasa pada hari-hari tersebut.
Penjelasan Larangan Puasa di Hari Tasyrik
Larangan berpuasa di hari Tasyrik telah tercantum dalam beberapa hadis. Salah satunya dari hadis riwayat Bukhari nomor 1859 yang menjelaskan tidak adanya keringanan untuk berpuasa di hari Tasyrik, kecuali bagi mereka yang tidak memiliki hewan kurban.
Hadis Riwayat Bukhari
Hadis dari Aisyah dan Salim dari Ibnu Umar RA, menyebutkan tidak adanya keringanan untuk berpuasa di hari Tasyrik kecuali bagi yang tidak memiliki hewan kurban. Ini menunjukkan pentingnya menghormati tradisi berbagi dan menikmati hidangan kurban.
Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad
Hadis riwayat Muslim nomor 1141 dan Ahmad menegaskan hari Tasyrik sebagai hari makan dan minum. Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengumumkan hal ini, menekankan pentingnya menikmati berkah kurban bersama.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (8/18) menyatakan hadis-hadis tersebut sebagai dalil larangan berpuasa di hari Tasyrik.
Alasan di Balik Larangan: Menghormati Tradisi Idul Adha
Larangan berpuasa di hari Tasyrik bertujuan untuk menghormati tradisi Idul Adha secara utuh. Ketiga hari ini merupakan kelanjutan dari hari raya, waktu untuk berbagi daging kurban, dan menikmati hidangan lezat bersama keluarga dan masyarakat.
Puasa di hari tersebut dianggap kurang menghargai semangat kebersamaan dan syukur dalam perayaan Idul Adha.
Dengan demikian, larangan ini bertujuan untuk memaksimalkan nilai kebersamaan dan syukur atas nikmat Allah SWT.
Semoga penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang keutamaan dan ketentuan berpuasa di bulan Dzulhijjah, khususnya mengenai larangan berpuasa di hari Tasyrik.






