Polygon baru saja sukses menggelar Polygon MTB Gathering 2025 di Panderman Gravity Park, Malang, Jawa Timur. Acara ini berhasil mengumpulkan 80 penggemar sepeda gunung (MTB) dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka terdiri dari atlet profesional, content creator, perwakilan akademi sepeda, hingga komunitas lokal. Tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan kesempatan menjajal langsung Polygon Collosus DH, sepeda downhill terbaru Polygon yang telah mencuri perhatian dunia.
Polygon MTB Gathering 2025: Uji Coba Sepeda Downhill di Lintasan Menantang
Panderman Gravity Park dipilih sebagai lokasi yang tepat untuk acara ini. Track Minthi, jalur downhill yang dirancang oleh atlet nasional Hildan Afos Katana, menjadi arena utama.
Jalur ini dirancang cukup menantang, tetapi tetap aman bagi pemula. Peserta, termasuk atlet nasional Rama Teguh dan Yulia Wulandari, memberikan respon positif atas kecepatan dan tantangan yang ditawarkan jalur tersebut, diselingi pemandangan alam yang menakjubkan.
Afos Katana sendiri mengakui bahwa masih banyak edukasi yang perlu dilakukan agar lebih banyak penggemar MTB tertarik mencoba downhill di Panderman Gravity Park.
Yulia Wulandari menambahkan kesan kecepatan tinggi dan tantangan yang memacu adrenalin, dengan tekstur tanah yang menjadi pertimbangan tersendiri saat bersepeda di jalur tersebut.
Rama Teguh juga terkesan dengan tantangan rintangan dan pemandangan indah yang disajikan di Panderman Gravity Park.
Apresiasi untuk Komunitas MTB Indonesia dan Peluncuran Polygon Collosus DH
Polygon MTB Gathering 2025 bukan sekadar uji coba sepeda. Acara ini merupakan wujud apresiasi Polygon terhadap kontribusi komunitas MTB Indonesia.
Veronica Vivin, Brand Marketing Manager Polygon, menjelaskan bahwa MTB telah banyak menyumbangkan prestasi untuk Indonesia, khususnya di ajang SEA Games.
Acara ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat dan euforia prestasi di cabang olahraga tersebut.
Hakam, Project Manager Polygon MTB Gathering, menambahkan bahwa ini bukan kali pertama Polygon menggelar acara MTB. Sebelumnya, mereka rutin mengadakan Polygon MTB Bootcamp di berbagai kota.
Gathering kali ini istimewa karena berskala nasional dan sekaligus mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia.
Acara tersebut juga diisi dengan kegiatan malam hari, “Night Hunter”, dan sesi edukasi teknologi sepeda oleh Chief Engineer Polygon, Zendy Meidyawan Renan.
Zendy menjelaskan evolusi sepeda Collosus, termasuk teknologi Independent Floating Suspension dan konfigurasi geometri fleksibel dengan sistem flip chip.
Ia juga berbagi cerita mengenai asal usul nama Collosus, yang terinspirasi dari karakter komik X-Men.
Kolaborasi dan Regenerasi Atlet Muda
Polygon melibatkan berbagai pihak dalam acara ini. Akademi MTB seperti Afos Katana Family, AB Pinang, dan YC BMX turut berpartisipasi.
Hal ini bertujuan untuk mendorong regenerasi atlet muda dan memajukan olahraga MTB di Indonesia.
Vivin menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Selain itu, beberapa influencer sepeda seperti RocknRoll Daddy dan Anantha Djawa turut hadir.
Atlet muda dari berbagai tim, termasuk Spartan Racing Team, Sego Anget Racing Team, dan ISSI juga berpartisipasi dalam acara ini.
Polygon Collosus DH, sepeda downhill yang telah diuji di Red Bull Rampage oleh Luke Whitlock, juga menjadi sorotan utama acara ini.
Sepeda ini telah meraih prestasi di tingkat nasional, terbukti dengan perolehan medali emas Dois Audi Fikriansyah di PON 2024.
Anantha Djawa, content creator yang mencoba Polygon Collosus DH untuk pertama kalinya, mengaku langsung jatuh cinta dengan performa sepeda tersebut.
Polygon Collosus DH tersedia dalam dua versi, Collosus DH 9 (Rp 78 juta) dan Collosus DH 7 (Rp 55 juta).
Kedua versi dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pesepeda downhill di berbagai medan.
Polygon MTB Gathering 2025 tidak hanya sukses memperkenalkan Polygon Collosus DH kepada publik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun komunitas dan regenerasi atlet MTB Tanah Air. Kolaborasi yang solid antara Polygon dengan berbagai pihak terkait menjanjikan masa depan cerah bagi perkembangan olahraga sepeda gunung di Indonesia.






