Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diprediksi akan secara signifikan mengubah lanskap dunia kerja dalam beberapa dekade mendatang. Laporan Pew Research Center April 2025 mengungkap potensi dampak AI terhadap lapangan pekerjaan, baik positif maupun negatif. Studi ini melibatkan survei terhadap para ahli AI dan masyarakat umum di Amerika Serikat.
Kesimpulannya, AI diperkirakan akan membawa perubahan besar. Beberapa pekerjaan akan otomatis tergantikan, sementara sektor lain justru akan mendapatkan keuntungan dari teknologi ini.
Pekerjaan-pekerjaan yang Rawan Punah di Era AI
Otomatisasi yang didorong oleh perkembangan AI mengancam sejumlah sektor pekerjaan. Teknologi AI mampu mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.
Salah satu contohnya adalah sektor transportasi. Mobil otonom dan truk tanpa pengemudi berpotensi menggantikan peran sopir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya lapangan kerja bagi para pengemudi truk, khususnya.
Survei Pew Research Center menunjukkan mayoritas pakar AI sepakat dengan prediksi ini. Namun, persepsi masyarakat umum terhadap ancaman ini masih relatif rendah.
Jeff Gottfried, direktur asosiasi penelitian Pew, menekankan kesiapan pekerjaan pengemudi truk terganggu oleh kemajuan teknologi kendaraan otonom. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi para pekerja di sektor ini.
5 Pekerjaan yang Diprediksi Terancam Punah pada Masa Depan
Berdasarkan survei Pew Research Center, berikut lima pekerjaan yang dianggap paling berisiko terdampak AI dalam 20 tahun mendatang:
1. **Kasir:** 73% pakar memperkirakan pekerjaan ini akan berkurang drastis karena otomatisasi kasir swalayan.
2. **Pengemudi Truk:** 62% pakar memperkirakan penurunan jumlah pekerjaan ini seiring meningkatnya penggunaan truk otonom.
3. **Jurnalis:** 60% pakar memproyeksikan AI akan mengambil alih beberapa tugas jurnalistik, seperti penulisan berita sederhana.
4. **Pekerja Pabrik:** Otomatisasi di pabrik juga diprediksi akan mengurangi kebutuhan pekerja pabrik hingga 60% menurut para pakar.
5. **Insinyur Perangkat Lunak:** Meskipun berperan dalam pengembangan AI, 50% pakar memperkirakan beberapa tugas insinyur perangkat lunak akan dapat diotomatisasi.
5 Pekerjaan yang Diprediksi Aman dari Ancaman AI
Di sisi lain, beberapa pekerjaan dianggap relatif aman dari ancaman AI. US Career Institute melakukan survei terhadap 65 jenis pekerjaan dan mengurutkannya berdasarkan risiko ancaman AI.
Berikut lima pekerjaan dengan prediksi pertumbuhan positif dan risiko rendah terdampak AI:
1. **Perawat Praktis:** Diprediksikan akan mengalami pertumbuhan hingga 45% pada tahun 2031, karena pekerjaan ini membutuhkan interaksi manusia yang kompleks.
2. **Koreografer:** Dengan pertumbuhan 29,70%, kreativitas dan kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini sulit digantikan AI.
3. **Asisten Dokter:** Membutuhkan kemampuan interaksi manusia yang tinggi, pekerjaan ini diprediksi tumbuh 27,60%.
4. **Konselor Kesehatan Mental:** Pekerjaan ini bergantung pada empati dan pemahaman manusia, diprediksi tumbuh 22,10%.
5. **Guru/Instruktur Keperawatan:** Pekerjaan yang membutuhkan interaksi manusia dan transfer pengetahuan, diprediksi tumbuh 21,50%.
Kesimpulannya, revolusi AI memang akan mengubah peta pekerjaan. Meski beberapa pekerjaan terancam, sejumlah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan interpersonal dan kreativitas tinggi tetap memiliki prospek cerah. Adaptasi dan pengembangan keterampilan menjadi kunci agar tetap relevan di era AI.






